Kunci Strategi LTT 2026, BRMP Kalteng Targetkan Swasembada Pangan Berkelanjutan
PALANGKA RAYA – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Tengah menggelar Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) Swasembada Pangan Tahun 2026 di Ruang AOR BRMP Kalimantan Tengah. Rapat ini bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan pencapaian swasembada pangan berkelanjutan di Kalimantan Tengah, (20/2/2026).
Dalam arahannya, pimpinan rapat, Agus Hasbianto menegaskan pentingnya optimalisasi strategi LTT melalui pemetaan potensi tanam berbasis data spasial Siscrop/Simotandi, percepatan tanam maksimal 14 hari pascapanen, pemanfaatan lahan kosong dan terlantar, serta pergeseran pola tanam dengan prioritas komoditas padi. Selain itu, penggunaan varietas supergenjah, kesiapan alat mesin pertanian, ketersediaan air, dan penguatan koordinasi dengan tokoh lokal turut menjadi perhatian.
Dalam upaya menaikkan Indeks Pertanaman (IP), strategi difokuskan pada percepatan tanam melalui mekanisasi pertanian, penerapan metode semai culik, pemanfaatan pompa dan sumur bergerak saat musim kemarau, serta percepatan tanam di wilayah dengan IP rendah.
Rapat koordinasi ini juga menetapkan sejumlah target strategis Tahun 2026, meliputi LTT Reguler seluas 86.913 Ha, LTT padi gogo 8.565 Ha, luas panen padi 73.406 Ha, serapan gabah Bulog 15.805 ton, serta serapan pupuk subsidi sebesar 37.522 ton.
Sebagai tindak lanjut, disepakati pelaporan LTT secara harian, pemantauan rutin di seluruh kabupaten, serta evaluasi mingguan guna memastikan percepatan capaian target swasembada pangan di Kalimantan Tengah berjalan optimal dan terukur.